Friday, May 27, 2016

Investasi Syariah Untuk Dana Pendidikan

Gambar diambil dari proteksikita.com
Sejak awal berumah tangga, salah satu impian saya adalah menjamin kebutuhan dana pendidikan anak untuk masa depannya. Dana pendidikan adalah salah satu komponen yang sangat penting dalam menentukan sekolah maupun universitas yang akan dituju nantinya. Agama islam sendiri begitu menekankan pentingnya pendidikan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Hakim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما نحل والد ولده أفضل من أدب حسن
“Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.” (HR. Al Hakim: 7679).

Selain itu, pendidikan yang diberikan kepada anak kita juga bisa menjadi amal jariyah bagi orang tua. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim: 1631).

Memberikan pendidikan yang baik untuk anak merupakan kewajiban kita sebagai orang tua. Nilai-nilai yang dibawa sekolah dimana tempat anak kita menimba ilmu, pergaulan yang ada di dalam lingkungan sekolah, dan ilmu yang bagaimana yang akan dipelajari anak, akan mempengaruhi kecerdasan baik Emotional Quotient (EQ) maupun Intelligence Quotient (IQ). Islam sendiri menekankan pentingnya pendidikan, bahkan atas hal ini kita akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma berkata,

أدب ابنك فإنك مسؤول عنه ما ذا أدبته وما ذا علمته وهو مسؤول عن برك وطواعيته لك
“Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu.”(Tuhfah al Maudud hal. 123).

Tumbuh dan berkembang di daerah yang jauh dari ibukota, jelas orang tua tidak mengenal apa itu investasi. Untuk ukuran orang awam, menabung saja merupakan suatu hal yang sangat istimewa. Hal itu berarti dia mampu menyisihkan sebagian gajinya ,selain untuk kebutuhan hidupnya, juga untuk persiapan masa depan. 

Seperti banyak anak-anak indonesia lainnya, sekolah yang ada di daerah kebanyakan adalah sekolah negeri. Sekolah negeri pada masa itu (tahun 1990an) belum banyak disubsidi oleh pemerintah seperti sekarang. SPP bulanan merupakan salah satu kewajiban yang harus dibayarkan orang tua murid agar anaknya bisa terus bersekolah. Saya sendiri bersekolah di sekolah negeri dari jenjang tingkat pendidikan dasar sampai universitas. Saya baru mengenal sekolah swasta yang bagus sejak kuliah di salah satu universitas di surabaya. Hal ini juga karena berkenalan dengan mahasiswa-mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan yang beragam. Ternyata sekolah bukan hanya di sekolah negeri. Apalagi sejak saya mulai tinggal dan bekerja di ibukota negara Indonesia, Jakarta. Sekolah swasta sangat banyak dan beragam, mulai dari sekolah dengan basis kurikulum keagamaan, nasional, dan internasional, semuanya menawarkan cakrawala yang berbeda.

Dengan terbukanya pemahaman akan pentingnya pendidikan bagi masa depan, maka sangat penting untuk menentukan sejak awal, bagaimanakah kita sebagai orang tua mencetak pribadi-pribadi unggul melalui pendidikan yang berkualitas. Pendidikan berkualitas sendiri tidak harus diukur dengan biaya yang mahal. Namun menyiapkan bekal dana yang cukup untuk kebutuhan dana pendidikan adalah salah satu pilar penting dalam perekonomian keluarga. Dana pendidikan sendiri merupakan salah satu pos pengeluaran dalam keluarga yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Di masa sekarang, biaya pendidikan semakin lama semakin naik mengikuti laju inflasi. Apabila diasumsikan kenaikan inflasi sebesar 17% per tahun, biaya pendidikan untuk jenjang universitas yang saat ini berkisar antara 50-90 juta per tahun, bisa meningkat menjadi 720 jutaan (belum termasuk buku dan lainnya). Dengan demikian, saya harus mengumpulkan uang sebesar 1,2 miliar untuk membayar biaya sekolah sejak dari sekolah dasar sampai universitas.  Saya sampai menghitung kebutuhan biaya yang dibutuhkan ketika anak-anak mulai bersekolah (dengan catatan sekolah yang dipilih adalah sekolah yang ada di dalam negeri). Perkiraan ini bisa kita hitung dengan menggunakan rumus future value. Bisa dibayangkan sendiri, kalau kita hanya menabung di bank konvensional, berapa jumlah uang yang harus kita sisihkan untuk mencapai nilai 1,2 miliar tersebut. Sedangkan nilai tersebut hanya untuk jenjang pendidikan universitas, belum termasuk jenjang pendidikan sekolah dasar sampai menengah. Padahal perhitungan tersebut hanya untuk satu anak, bagaimana jika kita memiliki anak dua anak atau tiga anak bahkan mungkin lebih. Semakin tinggi tujuan pendidikan yang akan diraih, maka semakin besar pula kebutuhan biaya yang harus disiapkan.

Contoh Perhitungan Dana Pendidikan

Sejak saat itu, saya sering membaca artikel-artikel tentang menyiapkan dana pendidikan anak dari beberapa pakar keuangan, maupun beberapa website yang menyajikan informasi terkait dana pendidikan anak. Beberapa website bahkan menyediakan survei sederhana untuk mengetahui tipe investor yang bagaimanakah kita, apakah konservatif, moderat atau agresif. Penggolongan ini berdasarkan kepada tingkat keberanian maupun kehati-hatian dalam menempatkan dana. Selain itu, banyak tips seputar keuangan terkait dana pendidikan banyak juga saya dapatkan di website keuangan. Hal ini memperkaya pengetahuan tentang cara mengatur keuangan. Saya juga membaca literatur tentang bagaimana memulai investasi dan mulai memahami jenis-jenis instrumen yang biasa digunakan dalam berinvestasi mulai dari saham, reksadana, obligasi, dan lain lain.

Akhirnya saya memutuskan untuk menempatkan dana pada reksadana. Karena dengan bantuan manajer investasi, saya bisa menempatkan dana untuk tujuan keuangan yaitu dana pendidikan. Selain itu, manajer investasi tentunya memiliki pengalaman dan kemampuan tentang bagaimana mengatur dana kelolaannya. Saya mulai mencari beberapa perusahaan manager investasi. Ternyata ada banyak forum-forum yang membahas hal ini. Dari forum tersebut, kita bisa mengetahui bagaimana memilih perusahaan manajer investasi yang aman, saling berbagi informasi tentang produk pasar modal, dan lainnya.

Namun ada sedikit permasalahan yang kita hadapi sebagai seorang muslim. Beberapa jenis instrumen investasi konvensional tersebut kadang masih mencampur adukkan antara yang halal dan haram. Misalkan kita membeli saham dimana perusahaan tersebut adalah perusahaan minuman keras, tentunya hal ini tidak diperbolehkan karena secara tidak langsung kita ikut mendukung keberadaan perusahaan tersebut dan menyuburkan keberadaan minuman keras di masyarakat. Salah satu solusi untuk mendapatkan imbal hasil yang sesuai dan halal adalah berinvestasi pada instrumen investasi syariah. Saat ini sudah banyak instrumen investasi syariah seperti sukuk ritel, saham syariah, reksadana syariah, dan lain-lain. Dengan adanya instrumen investasi syariah akan lebih memberi ketentraman hati dan tidak melanggar prinsip ekonomi islam. Dan tentunya tujuan keuangan kita tetap tercapai dengan tetap mengindahkan nilai-nilai yang sesuai syariah. Saat ini sudah banyak perusahaan manajer investasi maupun perusahaan efek yang menawarkan reksadana mulai dari Rp 100.000,- saja. Begitu mudah dan murah untuk memulai investasi. Dengan investasi syariah, insya Allah tujuan keuangan kita tercapai dengan jalan yang halal dan berkah. Sekian, wassalam.


Thursday, April 18, 2013

Pengaturan Transaksi/ Perjanjian Repo dalam Regulasi Pasar Modal Indonesia

Transaksi Repo (Gambar dikutip dari http://bma-wealth.blogspot.com/2012/05/bma-gyaan-repurchase-agreement.html)

Transaksi repo merupakan transaksi yang telah lama dikenal dalam pasar modal seringkali disebut dengan repurchase agreement (REPO). 

Berdasarkan jenis transaksinya, terdapat dua metode yang biasa digunakan, antara lain:
  1. Classic Repo, atau sejenis Collateralized Borrowing, dimana dalam Repo tersebut kepemilikan Efek akan tetap berada pada pihak Seller/penjual. Efek tersebut tidak dapat ditransfer atau dijual kembali sebelum tanggal transaksi Repo tersebut jatuh tempo.  
  2. Sell/Buy Back Repo, transaksi repo yang melibatkan suatu transfer efek dan dana dimana kepemilikan efek tersebut juga berpindah ke pihak Buyer/pembeli.
Dalam peraturan Bapepam nomor VIII.G.13 tentang Perlakuan Akuntansi Repurchase Agreement (Repo) Dengan Menggunakan Master Repurchase Agreement (Mra), mendefinisikan Repurchase Agreement (Repo) adalah transaksi jual Efek dengan janji beli kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan.Adapun Reverse Repo adalah transaksi beli Efek dengan janji jual kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. 

Namun peraturan ini hanya berlaku bagi Emiten dan atau Perusahaan Efek anggota penyelenggara perdagangan Surat Utang Negara di luar Bursa Efek yang telah mendapatkan izin usaha dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, yang melakukan transaksi Repo dan Reverse Repo dengan menggunakan MRA.

Bagaimana dengan transaksi REPO antara Perusahaan Efek dan nasabahnya (individu)?
Pengaturan transaksi REPO tidak diatur secara khusus bagaimana bentuk transaksi yang diperbolehkan. Peraturan Bapepam memberi kebebasan bagi pihak yang bertransaksi REPO untuk mengatur bagaimana bentuk transaksinya dan perjanjian seperti apa yang disepakati. Sehingga dalam hal transaksi REPO berlaku kebebasan berkontrak sebagaimana diatur dalam pasal 1338 (1) KUH Perdata yang menyatakan bahwa, “semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”. 

Pengaturan dalam pasar modal indonesia hanya sebatas sampai sejauh mana Perusahaan Efek yang bertransaksi REPO tetap melindungi kepentingan nasabahnya atas pengadministrasian saham ataupun dana yang ditransaksikan secara REPO maupun REVERSE REPO. 

Hal ini tertuang dalam Peraturan Bapepam nomor V.D.4 tentang Pengendalian Dan Perlindungan Efek Yang Disimpan Oleh Perusahaan Efek. Perusahaan efek wajib mencatat efek reverse repo di sisi debit dalam Buku Pembantu Efek yang menunjukkan kepemilikan atas Efek. Adapun untuk efek repo, perusahaan efek mencatat di sisi kredit dalam Buku Pembantu Efek yang menunjukkan lokasi Efek.

Efek repo atau re-repo (yang di-repo-kan kembali) merupakan Efek tidak dalam pengendalian langsung Perusahaan Efek yang berarti efek ini menjadi jaminan atas suatu hal dan bukan merupakan efek yang dikuasai secara langsung dalam pembukuan perusahaan efek. Perusahaan efek tidak dapat melakukan penjualan atas efek yang menjadi obyek transaksi REPO dengan nasabahnya. Sehingga janji beli kembali atas efek REPO dalam perjanjian REPO telah dijamin dalam pelaksanaan pengadministrasian efek yang dilakukan perusahaan efek sesuai ketentuan undang-undang. 

Bagaimana dengan perjanjian REPO antar nasabah?
Peraturan Bapepam tidak mengatur secara khusus terkait perjanjian REPO antar nasabah. Hal tersebut merupakan kebebasan para pihak dan secara umum maka berlaku asas kebebasan berkontrak sebagaimana diatur dalam pasal 1338 (1) KUH Perdata yang telah saya sebut di atas. Pada dasarnya transaksi repo antar nasabah ini merupakan bentuk dari sell/buy back repo. Oleh karena itu, sebagai nasabah yang akan melakukan transaksi REPO dengan nasabah lain, wajib memastikan bahwa efek yang di-repo-kan telah dijamin keamanannya dengan melakukan blokir atas efek yang menjadi obyek perjanjian REPO. Hal ini dimungkinkan dengan meminta perusahaan efek atau Kustodian Sentral Efek Indonesia untuk melakukan blokir atas efek jaminan REPO tersebut. Tentunya jangan lupa disertai dengan dokumen dan perjanjian yang dibuat secara tertulis untuk menjamin kepastian hukum diantara para pihak.

Semoga bermanfaat...    

Thursday, May 24, 2012

Klausula Yang Perlu Diperhatikan dalam Perjanjian Margin Trading

Hubungan Hukum terjadi dengan adanya perjanjian margin
Dalam menandatangani Perjanjian Pembiayaan Transaksi Margin nasabah harus mengetahui syarat dan ketentuan untuk bertransaksi. Demikian pula dengan hak dan kewajiban yang akan timbul dalam transaksi tersebut karena hal ini menyangkut hubungan hukum yang ditimbulkan dengan adanya perjanjian margin tersebut. Dalam perjanjian tersebut paling kurang wajib memuat klausula sebagai berikut:

a. tingginya tingkat risiko investasi nasabah karena perubahan harga Efek yang dapat mengakibatkan antara lain Jaminan Pembiayaan nasabah berkurang, habis, atau minus; Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi naik turunnya harga saham dalam suatu transaksi margin. Nasabah harus benar-benar mengetahui kapan saat yang tepat untuk bertransaksi margin. Jangan sampai harga saham yang dibeli dengan rekening margin menjadi turun.


b. kebijakan penilaian Jaminan Pembiayaan berupa Efek, antara lain meliputi jenis Efek yang dapat diterima sebagai Jaminan Pembiayaan, penetapan nilai pasar wajarnya, dan penetapan haircut (jika ada); Tidak semua saham dapat dibeli dengan menggunakan rekening margin. Bursa Efek Indonesia biasanya menetapkan jenis saham yang dapat dibeli dengan rekening margin.


c. kewajiban nasabah untuk setiap saat memenuhi permintaan Perusahaan Efek sehubungan antara lain Permintaan Pemenuhan Jaminan atas Transaksi Marjin; Dalam setiap transaksi yang dilakukan, nasabah harus menyetorkan atau telah memiliki sejumlah dana yang digunakan untuk jaminan atas transaksi margin.


d. kewajiban Perusahaan Efek untuk melakukan pemberitahuan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabah;


e. hak Perusahaan Efek, dalam hal nasabah tidak memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, untuk setiap saat tanpa memberikan alasan atau pemberitahuan atau memperoleh persetujuan terlebih dahulu untuk menjual atau membeli Efek atau tindakan lain yang disepakati dengan nasabah guna memenuhi:
1) persyaratan nilai Jaminan Pembiayaan yang ditentukan dalam Perjanjian Pembiayaan; dan
2) kewajiban nasabah dalam penyelesaian transaksi Efek.


f. Nasabah Perusahaan Efek tidak dapat memilih Efek yang akan dilikuidasi atau dijual untuk memenuhi kewajibannya; Hal ini dimungkinkan apabila nasabah yang telah bertransaksi margin tidak memenuhi jaminan pembiayaan setelah transaksi margin dilaksanakan oleh perusahaan efek.


g. Batasan maksimal Efek nasabah yang menjadi Jaminan Pembiayaan yang dapat dijual atau dibeli oleh Perusahaan Efek dalam rangka Permintaan Pemenuhan Jaminan, penyelesaian Transaksi Marjin; Batasan ini deperlukan agar perusahaan efek dapat menilai kemampuan beli dan kemampuan bayar nasabah saat transaksi tersebut terjadi. Nasabah hanya dimungkinkan untuk melakukan transaksi margin sesuai dengan profil transaksi kesehariannya. Hal ini untuk menghindari nasabah bertransaksi terlalu besar yang menimbulkan resiko yang besar pula. Sehingga dapat memanajemen resiko yang mungkin dihadapi nasabah saat bertransaksi margin.


h. Hal-hal yang menyebabkan Perusahaan Efek dapat setiap saat menutup Rekening Efek Pembiayaan Transaksi Marjin;


i. Ketentuan pembiayaan yang antara lain meliputi jangka waktu pembiayaan, perhitungan tingkat bunga pembiayaan, dan metode perhitungan bunga pembiayaan; 

Membeli Saham Dengan Berhutang? Bisa saja..

Dalam bertransaksi saham atau efek, seringkali nasabah harus menyediakan dana yang cukup besar untuk berinvestasi. Dengan dana yang terbatas maka saham yang dapat dibeli hanya sejumlah tertentu. Padahal dengan kemungkinan naiknya harga saham yang dibeli, dengan semakin banyak jumlah saham yang dimiliki maka margin atau keuntungan atas setiap saham akan semakin besar. Begitu pun jika saham yang kita miliki merupakan saham yang banyak memberikan dividen. Maka kemungkinan mendapatkan keuntungan semakin besar.

Rekening reguler merupakan rekening efek yang digunakan untuk transaksi saham nasabah. Pada rekening reguler, nasabah akan bisa membeli saham apabila terdapat dana di rekening dana investornya. Dengan demikian, nasabah akan bisa membeli sejumlah saham apabila nasabah memiliki dana yang cukup senilai dengan saham yang akan dibelinya. Namun pada rekening margin, nasabah memperoleh pembiayaan dari perusahaan sekuritas atas transaksi saham yang dilakukannya. Dalam hal ini, perusahaan sekuritas menalangi terlebih dahulu transaksi yang dilakukan oleh nasabahnya.

Kepercayaan merupakan hal yang dibutuhkan dalam transaksi margin

Rekening Margin adalah rekening Efek nasabah yang khusus dipergunakan untuk aktivitas Transaksi Marjin. Rekening ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan sekuritas kepada nasabahnya untuk bertransaksi walaupun nasabah tersebut tidak memiliki dana yang sama sesuai dengan jumlah saham yang akan dibeli. Perbandingan antara dana yang dimiliki dengan jumlah saham yang akan dibeli biasanya ditetapkan dalam standar tersendiri untuk masing-masing perusahaan sekuritas. Hal ini bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan sekuritas. Misalkan dengan dana 100 juta nasabah bisa membeli 1000 lembar saham perusahaan ABC dengan menggunakan rekening reguler, maka untuk transaksi margin nasabah bisa memperoleh saham sebanyak 2000 lembar saham dengan dana 100 juta tersebut.

Tidak semua perusahaan sekuritas menyediakan fasilitas ini. Hal ini dikarenakan untuk menyediakan fasilitas margin, suatu perusahaan sekuritas harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya memperoleh ijin dari Bursa Efek Indonesia, memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan yang memadai, mempunyai cukup sumber
pembiayaan untuk membiayai transaksi margin, dan tentunya memiliki izin usaha dari Bapepam-LK untuk melakukan kegiatan Perantara Pedagang Efek.

Rekening margin berbeda dengan rekening efek nasabah reguler. Rekening margin bisa dibuka dengan terlebih dahulu memiliki rekening reguler. Untuk bisa membuka rekening margin, biasanya perusahaan sekuritas menetapkan standar yang berbeda-beda. Hal ini biasanya didasarkan pada asas kepercayaan dimana nasabah yang dapat membuka rekening margin merupakan nasabah yang sudah lama bertransaksi di suatu perusahaan sekuritas. Ada pula perusahaan sekuritas yang mensyaratkan adanya sejumlah dana atau saham tertentu yang digunakan sebagai patokan jika nasabah membuka rekening margin, misalkan memiliki nilai portofolio saham sejumlah 200 juta rupiah atau memiliki dana sebesar nilai tersebut di rekeningnya. Persyaratan sejumlah dana tersebut merupakan jaminan awal yang digunakan untuk pembukaan rekening margin. Adapun pada saat transaksi margin dilakukan oleh nasabah maka perusahaan sekuritas akan menahan sejumlah dana di rekening nasabah sebagai jaminan untuk penyelesaian Transaksi Margin. Dana jaminan yang ditahan ini disebut Jaminan Pembiayaan.

Tertarik untuk bertransaksi margin? Baca dulu syarat dan ketentuan yang perlu diketahui untuk bertransaksi margin.

Semoga bermanfaat.

Friday, May 11, 2012

Cermat Memilih Perusahaan Sekuritas

Sebelum berinvestasi saham sebaiknya kita harus cermat dalam memilih perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas ini yang nantinya akan menjaga keamanan dana dan efek (saham) dalam bertransaksi saham. Banyak perusahaan sekuritas yang menawarkan berbagai fasilitas maupun kemudahan dalam bertransaksi saham baik perusahaan yang berasal dari dalam negeri maupun asing. 
Dengan memilih perusahaan sekuritas yang kredibel dan terpercaya, penggelapan dana seperti yang pernah terjadi pada Sarijaya Permana Sekuritas ataupun investasi bodong seperti PT Sarana Perdana Indoglobal (PT SPI) minim terjadi. Berikut beberapa cara cermat dalam memilih perusahaan sekuritas.
  1. Terdaftar di otoritas pasar modal. Kalau di Indonesia, otoritas pasar modal adalah BAPEPAM-LK. Pastikan bahwa perusahaan sekuritas tempat kita melakukan jual beli saham telah terdaftar. Buka link www.bapepam.go.id untuk mengetahui daftar perusahaan sekuritas yang ada saat ini.
  2. Tidak sedang dalam masalah, tidak melakukan penggelapan dana ataupun yang lain. Untuk perusahaan sekuritas yang sedang disuspend (dibekukan kegiatan usahanya) bisa dilihat di website regulator yang menaunginya. Biasanya perusahaan seperti ini sedang dalam masalah kekurangan likuiditas terkait keuangan perusahaan, sering mendapat komplain dari investornya, kurang tertata sistem pengadministrasian, dan masalah lainnya. Sebaiknya pilih perusahaan sekuritas yang tidak bermasalah. Dengan seringnya sebuah perusahaan sekuritas mendapat teguran dari otoritas di atasnya maka perusahaan tersebut kurang mematuhi peraturan terkait pasar modal. Hal ini menimbulkan persepsi bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan yang sering melakukan kecurangan dalam melakukan kegiatan usahanya sebagai perantara pedagang efek atau sekuritas.
  3. Menyediakan fasilitas trading yang memadai baik online trading maupun remote trading. Online trading merupakan transaksi saham yang dilakukan melalui media internet. Pastikan kualitas jaringan terhubung dengan baik ke PC yang akan dipakai untuk bertransaksi. Sebaiknya pembukaan online trading dilakukan oleh investor handal yang sudah tahu seluk beluk transaksi saham. Adapun remote trading merupakan transaksi saham yang menggunakan perantara sekuritas dalam melakukan order jual atau beli saham. Kelebihan sistem ini adalah investor baru bisa mendapat saran dari broker tentang rekomendasi saham.
  4. Tidak selalu perusahaan sekuritas yang memiliki kredibilitas baik adalah perusahaan yang dikenal orang dan memiliki investor yang banyak. Adakalanya terlalu banyak investor akan membuat perusahaan sekuritas tersebut kewalahan dalam mengadministrasikan para investornya sehingga investor bukan menjadi prioritas mereka. Pilih perusahaan sekuritas dimana investor bisa merasa nyaman dan sekaligus bisa mendapatkan banyak pengetahuan. Kadangkala perusahaan sekuritas yang tidak terlalu besar namun tertib dan baik dalam mengadministrasikan investor juga bisa membuat  anda nyaman berinvestasi. Dengan jumlah investor yang tidak terlalu banyak, investor bisa saja mendapatkan fasilitas lebih baik dalam bertransaksi misalnya mendapat saran pribadi tentang rekomendasi saham yang akan dibeli, mendapatkan fasilitas pembiayaan margin trading, dll.
  5. Teliti kondisi keuangan perusahaan sekuritas tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat batasan minimal Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) sebuah perusahaan sekuritas. Bapepam-LK telah menetapkan suatu perusahaan sekuritas adalah dalam kondisi keuangan yang baik jika MKBDnya diatas atau sama dengan 25miliar. Dengan MKBD yang memadai maka kecil kemungkinan perusahaan sekuritas tersebut meminjam atau menggunakan aset nasabah untuk kepentingannya. Selain itu, investor juga bisa melihat kondisi finansial dari sebuah perusahaan sekuritas dari laporan keuangannya. Laporan keuangan ini bisa diunduh di internet atau biasanya tercantum di website bursa efek indonesia
  6. Bertanya pada orang yang sudah menjadi investor di perusahaan sekuritas tersebut. Hal ini merupakan salah satu cara mudah untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pelayanan perusahaan sekuritas kepada investornya. 
Semoga bermanfaat... :)
 

Looking Around... Template by Ipietoon Cute Blog Design